Terkadang menunggu itu lebih baik

gw lagi butuh konsentrasi tinggi untuk deliniasi citra, jadi gw putuskan untuk berbagi disini, tentang pendapat gw tentang diskusi yang dipaksakan.

Dalem perjalanan diskusi gw selama hidup (ya, gw hidup belum lama-lama amat tapi cukup banyak melakukan diskusi) terutama mengenai hal-hal yang dianggap penting, ada baiknya jika diskusi itu dilakukan secara tatap muka, dengan atmosfir yang pas, suasana yang pas, dan mood yang pas, usahakan hindari melakukan diskusi mengenai hal-hal yang penting melalui telfon, apalagi SMS. Alasannya nggak terlalu kompleks sebenernya, pertama adalah keberaaan fisik lawan bicara, gw belum nemu sumber yang pasti tentang hal ini, jadi bisa dianggap hal ini cuman karangan gw doang, tapi gw yakin, keberadaan lawan bicara secara fisik mempengaruhi mood dan atmosfir untuk diskusi. dan juga, dengan hadirnya lawan bicara di depan kita, secara nggak langsung membuat ktia satu tujuan, yaitu diskusi. kalo via telpon misalkan, lo lagi niat diskusi, trus kontak lawan bicara di seberang minta pengen telfon, tapi dia lagi Buang Air, pertama lo jadi males, dan kedua, dia nanggung buang airnya, akhirnya diskusinya jadi nggak matang.

Kedua, Respons time dan kendala non-manusia lainnya, kalo via telpon lo terkendala oleh sinyal, pulsa, baterai, kualitas jaringan, dan faktor2 lain yang menunjang kelangsungan diskusi. apalagi via SMS, udah respons time nya lama, belum lagi pending gara2 stupid operator, dan hal2 lain. ini bisa memancing kesalah pahaman, misalkan nyangka lawan diskusi tersinggung gara2 gak bales sms, padahal dia udah bales, cuman nyangkut di operator antah berantah. yang lawan lainnya juga nyangka hal yang sama gara2 SMS nya pending, ngirain telpon lawan bicaranya mati, padahal ada faktor lain yang menyebabkan hal itu.

Intinya adalah, gw berusaha bilang kalo, nggak ada salahnya untuk menunggu waktu yang tepat untuk bertemu sambil membicarakan hal-hal yang ingin didiskusikan.. itu JAUH lebih baik.. 🙂

You may also like

Leave a Reply