Hot Chocolate

Bogor, September 2010

“Diam sebentar, aku ingin meracau”
Pikiran ku meronta, ingin mengeluarkan semuanya. SEMUANYA..

“Sebentar, jangan semua. Satu persatu.. Kumohon”
Aku mengiba, menghindari luapan racauan acak dari aku yang satu lagi


Pernahkah dirimu mengalami kejadian seperti itu? Pertarungan antara Otak dan Batin aku menyebutnya, walaupun aku yakin sebenarnya itu bukan ungkapan yang tepat untuk digunakan dalam fenomena semacam itu. Bahkan aku tidak percaya itu memang benar antara Otak dan Batin, itu lebih seperti dua pendapat dengan sudut pandang yang berbeda terhadap sesuatu.

“Minggir, aku ingin Meracau”
Hardik nya lagi, Kecut.

“Tunggu, ada yang aneh dengan kau”
Aku yang satu lagi melotot, bertanya-tanya
“Apa ini?! kau berencana untuk menulis racauan ku?!
Aku tidak setuju”

Aku beranjak dari posisiku, menghampirinya. Kutatap mata nya, dalam.
“Maaf, kau sudah terlalu lama bersembunyi di sini. Saatnya kau kuperkenalkan kepada manusia”
Ucapku, sambil menggamit tangannya. Mengajaknya pindah ke sebuah realm baru. Berbagi Pikiran

Terlihat seperti racauan?

Ya, ini memang racauan, brainstorm yang amat sangat abstrak yang aku upayakan menjadi bentuk tulisan sehingga terlihat lebih nyata daripada sebuah ide belaka. Terkadang aku terlalu banyak berpikir akan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak harus aku ikutkan dalam proses pengambilan keputusan –untuk menulis, atau tidak menulis– namun aku teringat akan sebuah pesan singkat dari orang yang aku sayangi,

If you want to write just write, don’t think about who want to read your poem or story? Just enjoy your universe. An artist wouldn’t care about what people say, its about passion, desire, and satisfaction. Therefore just write and find yourself… Begin with everything you want to begin with
19 September 2010

Jadi, silahkan menikmati apa yang telah tersaji

You may also like

1 Comment

Leave a Reply