Pasangan Rusuk

Di sebuah toko tulang terkemuka di Ibukota, seorang pemuda berjalan masuk. Pemuda itu berperawakan sedang, dengan kulit sawo matang. Dia tidak tampan, namun dapat membuat orang lain berkata “Lumayan” sebagai penilaian terhadap penampilannya.

“Selamat siang, mas”
Penjaga toko itu menyapa, pemuda itu masih melihat sekelililng.

“Ada yang bisa saya bantu?”
Sapa penjaga toko itu lagi, kali ini dia berhasil memperoleh perhatian pemuda itu.

Penjaga toko tersebut bukanlah orang yang sudah tua,  umurnya masih sekitar 30an tahun jika dinilai dari penampilan luarnya saja. Pakaiannya rapi, wangi, dan mimik mukanya ramah.

“Saya kehilangan sebagian tulang rusuk saya”
“Saya dengar disini dapat memban..”
Tidak sempat pemuda itu menyelesaikan kalimatnya, penjaga toko tersebut telah memberinya sebuah kotak.

“Apa ini?”
Tanya pemuda itu bingung

“Yang mas cari, sebagian tulang rusuk kepunyaan mas”
Jawab si penjaga toko, sambil tersenyum

“Berapa saya harus membayarnya? disini terima Visa?”
Pemuda itu bertanya sambil mengeluarkan dompetnya

“Kira-kira, berapa yang menurut mas pantas untuk tulang rusuk itu?”
Penjaga toko itu membuat penawaran terbuka terhadap harga tulang rusuk itu,  tanpa pikir panjang pemuda itu kemudian menggesekkan kartu kreditnya dan mengetikkan beberapa dijit angka sebagai pembayaran yang pantas terhadap tulang rusuk itu.

“Terima kasih”
Ucap penjaga toko itu, pemuda itu tidak menjawab. Bukan karena sombong dapat membayar mahal, namun dia merasakan senang yang tidak terperi menemukan pasangan tulang rusuknya di toko ini.

Pemuda itu kemudian keluar dari toko tulang itu, kembali ke tempat dia tinggal.

***

Dua tahun kemudian pemuda itu kembali ke toko tulang dimana dia dulu mendapatkan sebagian tulang rusuknya. Toko itu masih berdiri disitu, dengan penjaga yang sama, mimik yang sama.

“Selamat siang, mas”
Bahkan ucapan itu persis seperti apa yang pemuda itu dengar dua tahun lalu saat dia pertama kali menginjakkan kakinya di toko tulang itu.

“Ada yang bisa saya bantu?”
Penjaga toko tersebut bertanya kepada pemuda itu

Tanpa percakapan panjang, pemuda itu menyerahkan sebuah kotak, kotak yang sama seperti yang dia beli dua tahun lalu di toko ini. Kotak yang berisi tulang rusuk pilihan si penjaga toko.

“Tulang rusuk ini tidak cocok dengan saya”
“Saya sering merasa sakit di bagian jantung dan susah tidur di malam hari”
Ucap pemuda itu kecewa

“Kalau begitu, saya akan pilihkan tulang yang lain untuk anda”

“Tidak perlu”
Segera pemuda itu mencegah penjaga toko mencarikan tulang rusuk baru untuknya

“Kalau anda berkenan, saya ingin mencarinya sendiri”

“Boleh saja, nikmati waktu anda hingga menemukan apa yang anda cari”
Penjaga toko tersebut menjawab sambil membukakan pintu gudang berisi kotak-kotak rusuk. Saling tumpang tindih, namun tersusun rapi.

Tanpa pikir panjang, pemuda itu masuk ke dalam gudang penuh potongan-potongan rusuk tersebut, mencoba mencari sesuatu yang melengkapinya.

You may also like

Leave a Reply