Chaos Kecil

Bangun subuh, mandi, nyiapin sarapan, berangkat, berdiri di kereta, ngantor seharian, itu butuh energi dan motivasi yang gede. Dan ketemu kamu di sore harinya itu jauh lebih gede nilainya daripada itu semua.

kata2 ini udah sering gw tulis, jarang di alamatkan ke individu yang semestinya, karena gw menanggap usaha untuk ketemu dia itu udah cukup menggambarkan seberapa berartinya momen ketemu dia, berdua. walaupun hanya setengah jam di warung pecel ayam. Tapi belakangan, ketemu berdua itu sulit jenderal. Sekalinya keluar, rame-rame. Ato nggak sekalinya ada waktu kosong, eh di ganggu ama agenda lain. Manyun.

Quality time itu penting, serius. Gampangnya, ini adalah proses charging. Untuk beraktifitas sehari-hari, dimana kondisi lingkungan lo ekstrim (misal cowok semua, kering; ato misalkan butuh stamina tinggi kaya komuter bogor-cawang *iya ini gue*) jangkar dimana lo menggantungkan hari2 lo bakal berakhir dengan baik, sejelek apapun awalnya itu bisa saja dengan ketemu pacar di sore hari. Trus gimana dengan LDR? jujur, gw yang not-so-far-distrance relationship aja udah berat banget, bukan karna kerjaan. gw suka kerja di tempat gw sekarang. cuman, effort buat bangun pagi kemudian commuting nya yang gw nggak kuat. gw juga yakin bapak-bapak komuter sejati itu juga menjangkarkan harinya ke ketemu-istri-dan-anak2-pas-pulang. nggak kebayang gimana yang LDR. untuk yang single, gw yakin mereka punya motivasi yang sama besarnya, misalkan main game ato nonton anime? (yes, i’ve been there for long enough).

Nah trus, ketika Quality time nya ini bermasalah piye? chaos kecil-kecilan. stress. trust me it is.

Tapi, bisa jadi juga karna dulu Quality time gw gampang banget dapetnya, secara tiap hari ketemu (masih jaman kuliah). Jadi sekarang ceritanya gw lagi tantrum karena gw nggak bisa ketemu pacar. Bisa jadi. Trus jalan keluarnya gimana? Dear pacar, kalo lo baca tulisan ini. Meet me ASAP!

(Pembaca yang budiman, sekiranya anda merasa tulisan ini geuleuh, silahkan untuk pindah ke tulisan lain yang agak lebih teratur ditulisnya)

You may also like

Leave a Reply