Peluk di Bawah Hujan

Berdekap erat di bawah hujan. Kau, aku, tanpa jarak.

Terakhir kali kita di bawah hujan, kita menghabiskan waktu hingga larut malam menunggu reda. Berbincang entah apa dengan cemilan seadanya dari minimarket terdekat. Kala itu aku bahkan tidak berani memegang tanganmu. Kita duduk terpisahkan batas.

Entah sudah berapa hujan yang lalu semenjak itu. Di kemudian hari aku tahu bahwa, kamu tidak sanggup terkena cipratan air hujan di kepalamu. Pusing atau flu akan seketika menghinggapimu beberapa saat setelah kepalamu terkena cipratan air, selain mandi tentunya.

Terakhir kali kita berdekap tanpa jarak, lebih dari 30 hari yang lalu. Dalam malam, tanpa seorang pun yang tahu. Kita melaju diatas dua roda yang berputar, melintas kota. Tujuannya? aku tidak terlalu memikirkannya. Kemanapun akan baik-baik saja.

Kita sudah pernah berdekap dalam hujan. Kedinginan diterpa angin malam. Sayangnya ketika itu aku tidak mampu membalas dekapanmu sepenuhnya. Ketika itu merupakan sunyi yang paling panjang dalam sejarah kita, walaupun ketika itu hati kita berbicara dengan bahasa mereka.

Aku ingin berdekap di bawah hujan, namun kali ini aku ingin mendekapmu sepenuhnya. Suatu hari nanti.

You may also like

Leave a Reply