Bogor Street Food: Kebab Empang

Secara istilah, nama Kebab atau Kabab untuk makanan jenis ini itu kurang komplit. Karena dengan cara masak vertikal seperti yang biasa dijumpai pada gerobak-gerobak penjual kebab adalah spesifik untuk Shawarma atau Kebab Doner Turki. Yang akhirnya lebih familiar dengan nama Kebab Turki.

Shawarma (Arabic: شاورما‎ / ALA-LC: shāwarmā; Urdu: شوارمہ‎) is a Levantine Arab[1] or Arab[2] meat preparation, where lamb, chicken, turkey, beef, veal, or mixed meats are placed on a spit (commonly a vertical spit in restaurants), and may be grilled for as long as a day. Shavings are cut off the block of meat for serving, and the remainder of the block of meat is kept heated on the rotating spit.

Shawarma on Wiki

Doner kebab (/ˈdɒnər kəˈbæb/, /ˈdoʊnər/; Turkish: döner or döner kebap, [døˈneɾ̝̊ ceˈbap]) is a Turkish dish made of meat cooked on a vertical rotisserie, normally lamb but also a mixture of veal or beef with these, or sometimes chicken. The dish is also widely known by its Arabic name “shawarma” (from Turkish çevirme) or the Greek name “gyros”.

Doner Kebab on Wiki

Kebab turki sendiri, untuk saya, populer sejak booming Kebab Turki Baba Rafi. Sebuah franchise kebab turki yang di mulai pada tahun 2005 di Indonesia, dan mulai menjamur di sekitar kampus IPB Dramaga sekitar tahun 2008. Namun di akhir tahun 2010, hampir seluruh gerobak bekas franchise ini berubah merk atau kepemilikan. Standar pembuatan kebabnya pun menurun dan rasanya tidak lagi enak (tapi harganya tidak berubah, kurang ajar). Sejak saat itu sulit bagi saya menemukan kebab yang penyajian pembungkusan Dürüm-nya rapih dengan rasa yang enak (atau setidaknya, lumayan).

Kebab Empang

Kios Kebab Shafa

Nama toko aslinya bukan Kebab Empang, tapi Shafa Kabab. Cuman, karena letaknya dekat daerah Empang dan jual kebab maka jadilah Kebab Empang (dan Kebab Empang lebih gampang diingat daripada Shafa Kabab). Kios kebab ini buka mulai pukul 17:30 – 23:00 WIB untuk hari Minggu-Jum’at dan 17:30 – 00:00 WIB untuk hari Sabtu. Penjual kebabnya adalah dua orang mas-mas yang saya lupa tanya namanya tapi pelayanannya sangat ramah. Satu dari segelintir pedagang yang bilang ‘terima kasih’ duluan ketika saya membayar. Empang sendiri merupakan nama sebuah daerah dengan mayoritas penduduk keturunan Arab aka. Kampung Arab. Tidak jauh dari lokasi kios kebab ini ada penjual Roti Canai/Maryam yang, menurut testimoni seorang teman, enak.

Denah Lokasi Kabab Shafa
Denah Lokasi Kabab Shafa

Kios Shafa Kebab terletak di pinggir jalan, menggunakan gerobak. Acuannya, mereka selalu berdagang di depan Bank BRI Empang. Jika dari Kebun Raya Bogor, maka kios ini ada di 500m arah selatan pintu gerbang. Jika dari arah The Jungle, maka kios ini ada di 1,5km arah barat pertigaan keluar (Tunas Harapan). Lokasi ini cukup padat di malam hari, jadi walaupun terlihat dekat, waktu tempuh di sekitar lokasi ini bisa cukup memakan waktu karena macet. (klik di sini untuk link navigasi Google Maps)

Ada lima ukuran kebab yang bisa dipesan, mulai dari ukuran Kecil (Rp9.000), Sedang (Rp11.000), Besar (Rp.14.000), Super (Rp17.000), dan Super Jumbo (Rp20.000). Waktu itu saya memesan ukuran sedang dan ternyata ukurannya hanya kira-kira sepanjang satu jengkal, kurang banyak. Sebaiknya memang pesan yang ukuran Besar.

Nyam.. :9
Nyam.. :9

Dürüm Panggang

Yang berbeda dari Kebab Shafa adalah cara memasak Dürüm atau kulit kebab yang dipanggang tanpa margarin/mentega, berbeda dengan kebab lain yang biasa saya jumpai (baca= Kebab Baba Rafi dan turunannya) yang umumnya memasak kulitnya dengan memanggang menggunakan mentega/margarin. Cara memanggangnya cukup unik, awalnya saya bingung karena tidak terdapat unit oven di kios. Ternyata, dürüm dipanggang menggunakan api untuk memasak kebab. Dengan cara masak seperti ini, dipastikan kebab jadi kering dan renyah. Enak!

Isian kebab yang digunakan tidak jauh dari selada air, tomat, kol, keju, mayo, saus cabe, dan kebab. Kebabnya sendiri menggunakan bahan dasar daging sapi, bukan kambing.

image3034 (Custom)
Dürüm Panggang~

Sistem pemesanan berjalan konvensional, tidak ada sistem antrian nomer apalagi absen panggil. Cukup dengan “bang, pesen kebab dong…” anda akan dilayani jika abang yang disapa tidak sedang sibuk melayani pelanggan lain. Selama menunggu pesanan dibuat, mas-masnya menyajikan pemandangan daging kebab dipanggang vertikal yang sewaktu-waktu meneteskan lemak. Kalau sedang menunggu dalam keadaan lapar dan antri panjang, pemandangan ini cukup untuk bikin perut protes.

Berminat mencoba?
Saya sih, yes.

Leave a Reply