Miskin, Tapi Ingin Main Game di PC

Masa-masa kayak sekarang, mau main PC game, harga RAM tinggi, dGPU tinggi, duit ga ada. PC yang ada udah usang karena dibikin beberapa tahun lalu. Kusut. Tapi ya karena ingin, tetep ngumpulin informasi juga. Soal urusan rakit komputer, ada beberapa parts yang biasanya jadi fokus: processor, RAM, dGPU. Sisanya, kayak monitor, case, hard disk, cooling, keyboard, itu umumnya dapet budget sisa dari keseluruhan. LOL. Jadi, untuk tulisan ini, selain Processor, RAM, dan dGPU, nggak dibahas.

Ini beberapa simpulan yang ditemukan selama masa pencarian informasi, disesuaikan dengan ketersediaan parts yang ada di Jabodetabek. Kategorinya dibagi berdasarkan kecenderungan upgrade karena dirasa lebih masuk akal. Kalo disusun berdasarkan harga, nantinya bakalan ada “tapi kalo nambah IDR 300k bisa dapet…” Ya kalo gitu ujungnya budget bengkak. 1 item nambah IDR 300k, 3 item udah hampir sejuta.

Himbauan: Saya nggak disponsorin sama situs ybs, cuman karena sejak dulu selalu belanja di situ dan jadiin situsnya sebagai patokan buat ngerakit. Monitor, keyboard, serta mouse tidak disertakan, karena preferensi masing-masing pengguna untuk tiga hal itu terlalu bervariasi. Anggep kalo komputernya bakal dibeli sekaligus, tanpa cicil, tanpa nunggu bulan depan, tanpa pending ini-itu. Ada beberapa kombinasi parts yang bisa jadi pilihan di sini, tergantung fans ke tim mana. Merah atau Biru. Penting diingat bahwa built ini dikhususkan pada asumsi bahwa upgrade tidak dilakukan dalam waktu 1-2 tahun ke depan, dan budget sangat terbatas. Karena miskin.

Intel
Konfigurasi ini merupakan konfigurasi yang paling gampang dibangun, nggak perlu overclock, tinggal pasang. Dengan processor intel, baiknya ambil processor generasi terbaru, Kaby Lake, di harga yang paling murah tentunya: Intel G4560 (Dual Core, 4 Threads), dikombinasikan dengan DDR4 yang paling murah, plus Nvidia GT 1030 atau RX 550, mana yang paling murah. Saat tulisan ini dibuat, berdasarkan harga di Rakitan, RX 1030 paling murah itu Inno 3D GT 1030, sementara RX 550 paling murah adalah DA (Digital Alliance) RX 550.

Untuk RAM, diasumsikan 4GB x 2 kit adalah pilihan paling rasional untuk beberapa alasan. DDR4 PC2400 8GB sebatang itu paling murah ada di kisaran IDR 1200k, sementara RAM 4GB untuk saat ini dirasa terlalu sempit. Smartphone sekarang udah nyentuh 6GB, please. Pilihan paling murah adalah G-Skill Ripjaws V 2400 Mhz 4GB x 2. Harganya bahkan lebih murah dibandingkan beli 2 batang DDR4 PC2133 4GB secara terpisah! (Untuk ketersediaan, baiknya cek ke toko favorit masing-masing).

Tapi nggak asik kalo nggak nambahin yang lain, kan. Kalau kira-kira komputer utuh, jadinya seperti ini:

Processor intel G4560 Box (3.5Ghz, C3MB, Kabylake Series) Intel LGA 1151 1 895.000,-
Motherboard Asrock H110M-DVS R3.0 Intel Socket 1151 1 768.000,-
RAM G.SKILL RipjawsV PC19200 2x4GB F4-2400C15D-8GVR DDR4 1 1.085.000,-
HDD Toshiba Sata III 1 TB 7200rpm 3.5 Inch (Garansi 2 Thn) Int 3,5 Inch 1 610.000,-
dGPU Inno 3D GT 1030 2GB DDR5 NVidia PCI Exp. 1 1.015.000,-
Case* Dazumba DE-156 1 170.000,-
Power Supply** Cougar Gaming 400W VTE400 – 80+ Bronze Certified 1 550.000,-
Total (P+R+MB+dGPU)   1 3.763.000,-
Total (All) 1 5.093.000,-

*) Case yang paling murah yang bisa saya temukan di situs tersebut, dan yang pernah saya temukan selama merakit komputer.
**) Saya tidak menyarankan untuk menggunakan PSU bawaan case yang tidak tersertifikasi, i’ve lived long enough to learn why.

AMD

Dengan hadirnya Ryzen tahun lalu, AMD kembali bisa punya suara sebagai alternatif rakit PC. Seperti sebelumnya, AMD dilirik sebagai alternatif “lebih murah daripada Intel”, padahal nggak juga. Keputusan untuk rakit komputer berbasis AMD terbagi menjadi dua, Berbasis Ryzen 3 1200 + dGPU dan Ryzen 3 2200G + iGPU. Lho kok yang Intel nggak ada? Nope, its not even worth mentioning. Kombinasi Ryzen 3 1200+ dGPU hanya berbeda pada pilihan motherboard, sisanya sama dengan built Intel di atas. Masalahnya kemudian, karena Ryzen 3 1200 (plus motherboardnya) harganya lebih mahal daripada kombinasi Intel, jadi kurang menarik Untuk dibahas. Mari kita bahas yang satunya, Ryzen 3 2200G.

Ryzen 2200G ini banyak dibahas di Internet karena potensi yang dimiliki pada harga yang sangat murah. Masalahnya, untuk memanfaatkan potensi itu, perlu RAM yang cepat (frekuensi lebih tinggi di kisaran 3000 MHz – 3200MHz). Cuman, RAM cepat, nggak murah. Ditambah lagi, potensi 2200G nggak bisa didapat tanpa overclock (OC), jadi perlu pengetahuan dasar (atau keinginan untuk menelusuri lebih lanjut) tentang overclock. iGPU yang ada pada Ryzen 2200G, Radeon Vega 8, katanya setara dengan RX 550, yang mana setara kurang lebih juga dengan Nvidia GT 1030 baik dari sisi harga dan performa.

Jadi, kemudian mari anggap bahwa komputer ini akan di-OC. Bagaimana totalnya? Untuk Jabodetabek, not that interesting.

Processor Ryzen 3 2200G 1 1.489.000,-
Motherboard*** MSI B350M Pro VH Plus AMD Socket AM4 1 1.295.000,-
RAM Team TLRED48G3000HC15ADC01 (4Gbx2) DDR4 1 1.110.000,-
HDD Toshiba Sata III 1 TB 7200rpm 3.5 Inch (Garansi 2 Thn) Int 3,5 Inch 1 610.000,-
dGPU 1 0,-
Case* Dazumba DE-156 1 170.000,-
Power Supply** Cougar Gaming 400W VTE400 – 80+ Bronze Certified 1 550.000,-
Total (P+R+MB+dGPU)   1 3.849.000,-
Total (All) 1 5.224.000,-

*) Case yang paling murah yang bisa saya temukan di situs tersebut, dan yang pernah saya temukan selama merakit komputer.
**) Saya tidak menyarankan untuk menggunakan PSU bawaan case yang tidak tersertifikasi, i’ve lived long enough to learn why.
***) 
Ada motherboard yang lebih murah dari ini, akan dibahas kemudian.

Perbandingan

Ternyata, built Ryzen 2200G yang digadang-gadang sebagai value option oleh tech reviewers di YouTube, masih agak sedikit lebih mahal dibandingkan built Intel. Bahkan, dari benchmark yang diperlihatkan sama GamerNexus.net, built Intel lebih unggul dibandingkan Ryzen 3 2200G OC. Alasan kenapa harga rakitan Ryzen lebih mahal ada di Motherboard. Karena penggunaan 2200G akan melibatkan Overclock, sangat tidak disarkankan untuk memilih motherboard value yang tidak memiliki heatsink di atas VRM nya. OC melibatkan peningkatan suplai arus ke CPU dan RAM, dan ini diatur oleh VRM di motherboard. Kalau VRM menjadi terlalu panas, motherboard akan rusak. Hanya saja, saya tidak menemukan motherboard socket AM4 dengan chipset B350 (yang mendukung OC) dengan heatsink pada VRM di bawah IDR 1000k. Padahal, jika ada, rakitan Ryzen 2200G akan jauh lebih kompetitif.

Overwatch Benchmark oleh Gamer Nexus

Pertimbangan berikutnya bisa diarahkan ke kemampuan R2200G sebagai processor dengan 4 core 4 threads, yang lebih unggul daripada G4560. Tapi, jumlah inti processor juga nggak ngaruh-ngaruh amat (di kebanyakan kasus) untuk main game. Salah satunya bisa merujuk pada diagram di atas.

Kesimpulan

Asumsi Ryzen 2200G akan lebih murah daripada rakitan dengan dGPU tidak sepenuhnya valid untuk kasus harga di Jabodetabek. Menghilangkan dGPU yang harganya sekitar IDR 1000k dan mengalihkan budget tersebut untuk motherboard dan RAM yang mendukung OC belum cukup untuk membuat built berbasis Radeon Vega 8 menjadi lebih murah. Tentu dengan selisih IDR 131k akan sangat mudah antara dua spesifikasi ini untuk bertukar, terutama jika tidak tersedia dGPU GT 1030 di bawah IDR 1200k. Masalahnya kemudian, apakah user akan mau atau berani untuk melakukan OC pada Ryzen.

You may also like

Leave a Reply