Opini Tentang Ryzen APU 2400G

Sejak diluncurkan oleh AMD, Ryzen APU 2200G dan 2400G (Raven Ridge, RR) memperoleh review yang kurang lebih seragam, bahwa untuk konfigurasi APU saat ini adalah yang terbaik. Penggunaan APU sangat membantu dalam merakit PC dengan keterbatasan dana yang minimal. Di tulisan sebelumnya, saya juga membuat dua skenario rakitan PC jika miskin alokasi dana terbatas yang mampu digunakan untuk main game-game terbaru dengan kualitas tampilan rendah hingga sedang. Saya sendiri memilih untuk membangun sebuah sistem berbasis Ryzen 5 2400G pada mini-ITX form factor, 8GB RAM dual-channel. Memilih Ryzen 5 2400G bukan pilihan yang mementingkan value. Harga Ryzen 2200G hampir setengah dari 2400G sementara peningkatan performa iGPU Vega 8 ke Vega 11 hanya sekitar 10%. Tapi, terlepas dari memilih 2200G atau 2400G, kedua chip ini punya potensi yang bisa disejajarkan dengan GT 1030/RX550. Tapi untuk memaksimalkan potensi itu, chip ini perlu di tarik overclock.

Keterbatasan dari Ryzen APU dalam overclocking adalah pada pendinginnya, Wraith Stealth. Ryzen APU secara default dan Wraith Stealth memiliki rating 65 watt TDP (thermal design power)Dengan seluruhnya berjalan secara auto di dalam casing yang memiliki sirkulasi udara yang cukup, misalnya casing mATX. Berdasarkan uji dari AnandTech, konfigurasi default, stress test pada Ryzen APU dengan Wraith Stealth dapat menghasilkan suhu maksimal 55°C untuk 2200G dan 64°C untuk 2400G, open air. Ketika saya menggunakan Wraith Stealth dalam konfigurasi yang membatasi sirkulasi udara seperti mITX, secara stock, suhu puncak Ryzen 2400G dapat melwati 80°C.

Ryzen 2400G in Early Days

Per tulisan ini dibuat, stabilitas sistem Ryzen APU, atau Ryzen secara umum telah jauh membaik dibandingkan dengan satu tahun lalu, atau sejak Ryzen APU diluncurkan pada Februari 2018. Ryzen secara umum sangat sensitif terhadap frekuensi RAM, dan Ryzen 2200G dan 2400G tidak terkecuali. Penggunaan RAM kit, dual kanal, juga sangat berpengaruh pada performa Ryzen 2400G, seperti yang dibahas oleh Gamers Nexus. Masalah lain yang ada pada RR, sampai sekitar bulan April 2018, adalah stutter. Secara acak, ketika menjalankan game, atau apapun, frekuensi CPU RR dan iGPU akan drop dan kembali naik. Hal ini dapat diatasi dengan overclock frekuensi iGPU dan CPU RR, atau lebih tepatnya menguci frekuensi iGPU dan CPU. Dengan Wraith Stealth, saya mengunci frekuensi di 3.7 GHz @ 1.175v dan iGPU 1500MHz @ 1.15v. Konfigurasi ini, menghasilkan suhu maksimal 85°C di dalam casing iTX. Tentunya dapat lebih dingin pada sistem mATX dengan sirkulasi udara yang baik.

Ryzen 2400G Untuk Sehari-Hari

Sejak dirilisnya update BIOS pada motherboard yang dapat mendukung RR, terutama update yang mengikutkan pembaruan AGESA versi 1.0.0.2a ke atas, overclocking CPU Ryzen sebetulnya tidak perlu dilakukan untuk mengejar performa. Ryzen mengadaptasi Precision Boost yang dapat meningkatkan tegangan dan frekuensi per inti CPU. Teknologi ini membantu pada penggunaan yang fokus pada inti tunggal seperti gaming. Overclock mencegah boost pada inti CPU berbeda untuk terjadi. Berdasarkan percobaan pribadi, mengunci CPU pada frekuensi dan voltase tertentu dapat membuat CPU berjalan dengan voltase lebih rendah dan lebih dingin (karena tegangan lebih rendah) secara umum. Tetapi, frekuensi boost seringkali lebih tinggi daripada frekuensi stabil yang diperoleh secara manual.

Frekuensi iGPU pada RR untuk 2200G memiliki boost hingga 1100 MHz dan 1240 MHz untuk 2400G. Tanpa overclocking, RR sudah dapat menjalankan beberapa game pada 900p atau 1080p dengan kualitas grafis low hingga medium. Perlu dicatat bahwa jika tidak menggunakan pendingin after market, overclocking iGPU dapat dengan mudah meningkatkan suhu pada saat load. TechEpiphany membahas perbedaan FPS pada kondisi stock dan overclock untuk 2200G dan 2400GOverclocking frekuensi iGPU RR ke 1600 MHz dapat memberikan peningkatan performa sebesar 15%-20%. Saya menggunakan 1500 MHz pada 1.15v karena suhu yang dihasilkan pada saat load maksimum masih berada di bawah 80°C.

Banyak pembahasan mengenai Ryzen CPU menyangkut frekuensi RAM yang dipasangkan. Pada Ryzen RR, inti CPU berkomunikasi dengan iGPU melalui sistem yang dinamakan AMD’s Infinity Fabric (Tom’s Hardware membahasnya secara lengkap di sini). Komunikasi melalui Infinity Fabric ini sangat dipengaruhi oleh bandwidth RAM dan bandwidth RAM dipengaruhi oleh frekuensi RAM. Berdasarkan percobaan yang saya lakukan, menjalankan RAM pada frekuensi 3466 MHz memberikan bandwidth 50 GBps read, sementara menjalankan RAM pada 3200 MHz memberikan bandwidth sekitar 8 GBps lebih rendah. Pembahasan mengenai overclocking RAM akan menjadi tulisan terpisah karena kompleksitas tersendiri.

Ryzen 2400G with Corsair Vengeance LPX 2x4GB @3466 MHz

Umumnya, DDR4 berjalan pada 2400 MHz, terutama untuk versi value. Harga keping DDR4 yang termurah juga berada pada frekuensi ini. Tapi, RR, atau Ryzen secara umum memerlukan DDR4 berjalan pada dual channel dan di atas frekuensi tersebut agar optimal. Beberapa review yang menguji dampak perubahan frekuensi RAM terhadap performa yang dihasilkan oleh RR menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hingga 20% ketika menjalankan RAM pada 3200 MHz dibandingkan dengan 2400 MHz.

Jika tidak terlalu ambil pusing dengan pabrikan chip, opsi mudahnya adalah memilih RAM yang dijual dengan rated frequency sesuai yang diinginkan, seperti 2666 MHz, 3000 MHz, atau 3200 MHz. Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan harga yang lumayan antara RAM yang rated di 2666 dan 3200. Saya sendiri memilih DDR4 rated pada 3200 dari Corsair, kemudian melakukan sedikit tweak. Pilihan lain yang lebih ekonomis adalah dengan memilih RAM rated di 2666 kemudian melakukan overclock ke frekuensi 3000.

Untuk benchmark, software Final Fantasy XIV Stormblood dengan setelan High (Desktop) menghasilkan 32 FPS rata-rata pada 900p dan 26 FPS rata-rata pada 1080p dengan suku maksimal di bawah 80°C.

Should You Make One?

If you want a PC that can game but poor? Yes. Ryzen RR, khususnya 2200G merupakan APU murah terbaik saat ini. Perlu diingat bahwa, diantara beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem berbasis Ryzen Raven Ridge, frekuensi RAM dan kemampuan RAM berjalan dual kanal merupakan hal paling penting. Ryzen RR dapat menjalankan game dengan kualitas sangat baik dan merupakan alternatif budget build sekiranya dirasa sulit untuk membeli sebuah VGA terpisah, karena faktor harga atau kelangkaan. Pastikan bahwa motherboard yang digunakan setidaknya mendukung overclock RAM agar dapat menjalankan RAM pada frekuensi cukup tinggi.

You may also like

Leave a Reply