Hot Chocolate

Bogor, September 2010 “Diam sebentar, aku ingin meracau” Pikiran ku meronta, ingin mengeluarkan semuanya. SEMUANYA.. “Sebentar, jangan semua. Satu persatu.. Kumohon” Aku mengiba, menghindari luapan racauan acak dari aku yang satu lagi

Continue Reading

Terkadang menunggu itu lebih baik

gw lagi butuh konsentrasi tinggi untuk deliniasi citra, jadi gw putuskan untuk berbagi disini, tentang pendapat gw tentang diskusi yang dipaksakan. Dalem perjalanan diskusi gw selama hidup (ya, gw hidup belum lama-lama amat tapi cukup banyak melakukan diskusi) terutama mengenai hal-hal yang dianggap penting, ada baiknya jika diskusi itu dilakukan secara tatap muka, dengan atmosfir […]

Continue Reading

Selai Kacang

tiba2 keingetan sesuatu di dalem buku raditya dika tentang quote nya Peanuts ttg unrequited love.. Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love.

Continue Reading

18 Mei 2010

Malam ini, inspirasi itu hadir. Dua kata, “kedai kopi”. Alasan? tidak ada yang spesifik, hanya akibat traktiran teman selepas sidang pertanggungjawaban skripsinya di sebuah kedai kopi pinggir jalan, “Tampomas”. Ya nama kedai kopi itu Tampomas, tidak seperti nama kapal yang bertahun lalu tenggelam, kedai itu tetap ada, sejak terakhir aku kunjungi, beberapa tahun lalu.

Continue Reading